Yayasan Ruang Damai berkolaborasi dengan GIDI mengunjungi masyarakat asli Suku Elseng di Kampung Omon, Distrik Gresi Selatan, Kab. Jayapura. Kunjungan kepada masyarakat yang juga merupakan Jemaat GIDI tersebut untuk mendengar kondisi masyarakat di pedalaman dan memberikan bantuan pendidikan.

“Kegiatan kunjungan ini merupakan inisiasi dari hasil diskusi Pdt. Lenis Kogoya dengan perwakilan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Agama. Inisiasi tersebut disambut karena sejalan dengan program Ruang Damai dalam mendukung pendidikan masyarakat di Papua.” Kata perwakilan Yayasan Ruang Damai.

Dalam kunjungan ini, Pdt. Lenis Kogoya (Perwakilan GIDI) juga mengapresiasi adanya kolaborasi bantuan kepada anak-anak masyarakat suku Elseng, dan berharap pemerintah daerah juga membantu pendidikan masyarakat suku Elseng.

“Anak-anak Suku Elsem merupakan anak bangsa yang juga harus diperhatikan. Kunjungan ini adalah hasil kolaborasi dan bentuk perhatian dari gereja, pemerintah, dan yayasan kepada suku asli di Papua untuk mendukung kegiatan pendidikan.”

Suku Elseng telah sejak jaman Belanda mendiami Kampung Omon dan masih hidup dalam keterbatasan. Frans, perwakilan Suku Elseng juga ingin anak-anak masyarakat ini berkembang seperti suku lainnya di Papua.

“Dari jaman Belanda, kami sudah mendiami wilayah ini. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya terhadap pendidikan anak-anak di suku Elseng. Terima kasih kepada pihak gereja dan yayasan atas dukungannya kepada kami. Saya ingin ke depannya, anak-anak kami bisa berkembang seperti suku lainnya di Indonesia”.

Kegiatan kunjungan berlangsung pada 1 Juli yang juga dihadiri oleh para pendeta GIDI dari berbagai Klasis. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak yayasan, gereja, dan pemerintah pusat.